Tradisi Mapalumban: Purnawirawan TNI AL Gelar Doa Bersama di Pelabuhan Tanjung Priok

Tradisi Mapalumban: Purnawirawan TNI AL Gelar Doa Bersama di Pelabuhan Tanjung Priok

Tradisi Mapalumban yang digelar para purnawirawan TNI AL di Pelabuhan Tanjung Priok menjadi momen penghormatan mendalam kepada samudera dan rekan sejati yang gugur. Doa bersama yang dipimpin Laksamana (Purn) Suryo Widodo mengingatkan bahwa jiwa bahari tidak pernah padam, dan pengabdian kepada bangsa tetap membara meski usia telah senja. Acara ini merawat tradisi luhur TNI AL sejak era 1960-an, sekaligus mengukuhkan nilai kesetiaan, dedikasi, dan kebanggaan korps.

Di ujung Dermaga 5 Pelabuhan Tanjung Priok, mentari pagi menyinari barisan penuh wibawa para purnawirawan TNI Angkatan Laut. Mereka adalah para veteran yang tergabung dalam Persatuan Purnawirawan TNI AL (PAP-TNI AL), tengah menjalankan tradisi Mapalumban—doa melaut yang telah diwariskan sejak era 1960-an. Bagi mereka, tradisi ini bukan sekadar ritual, melainkan napas pengabdian yang mengikat jiwa dengan samudera. Seperti yang diungkapkan Laksamana (Purn) Suryo Widodo dengan suara bergetar penuh haru saat memimpin rangkaian doa bersama di atas geladak KRI Macan Tutul-808 pada Jumat pagi, 25 September 2026: 'Lautan adalah ibu bagi kami. Dari lautan kami mendapat pengabdian, dari lautan pula kami kembali.' Kalimat itu menggema di antara lambung kapal perang, menjadi pengingat abadi bagi generasi penerus bahwa jiwa bahari tidak pernah padam.

Mapalumban: Jejak Lestari Pengabdian Putra Samudera

Tradisi Mapalumban yang dimulai sejak era 1960-an ini memiliki makna mendalam sebagai wujud syukur serta permohonan keselamatan bagi para prajurit yang masih berdinas di tengah gelombang. Dermaga 5 Pelabuhan Tanjung Priok menjadi saksi bisu ketika para senior—kebanyakan sudah berusia lanjut—berdiri tegak dalam balutan pakaian putih-putih, menciptakan pemandangan yang anggun dan khidmat. Angin laut membawa lantunan doa yang dipanjatkan bersama, menggema di antara lambung kapal-kapal perang yang bersandar. Momen ini menjadi pengingat bahwa tradisi TNI AL tidak hanya menjaga kedaulatan laut, tetapi juga merawat tradisi luhur yang menghubungkan generasi.

  • Pembacaan doa bersama dipimpin oleh Laksamana (Purn) Suryo Widodo dari atas KRI Macan Tutul-808, sebuah kapal perang yang sarat sejarah operasi.
  • Para purnawirawan mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang rekan-rekan yang telah gugur di tengah samudera, kemudian melepas bunga ke laut sebagai simbol penghormatan.
  • Kegiatan ini dihadiri puluhan anggota PAP-TNI AL yang dengan setia menjaga tradisi yang diwariskan senior-senior mereka puluhan tahun silam.

Penghormatan kepada Samudera dan Sahabat Sejati

Pelepasan bunga ke laut menjadi puncak haru dalam tradisi ini. Kelopak-kelopak berwarna putih dan merah terapung di atas air, hanyut perlahan dibawa arus. Bagi para purnawirawan, itu adalah cara untuk berkata 'kami tidak melupakan kalian' kepada para kawan yang gugur saat menjalankan tugas mulia. Laut bukan hanya medan tempur, tetapi juga rumah dan pusara. Tradisi Mapalumban ini pula yang mengingatkan bahwa jiwa bahari tidak pernah mati, ia hanya kembali ke pangkuan Yang Maha Kuasa melalui ombak dan samudera.

Suasana semakin khusyuk saat seluruh peserta melantunkan doa bersama dengan khusyuk, memohon keselamatan bagi seluruh prajurit yang masih berada di garis tugas. Purnawirawan yang hadir dengan langkah tertatih namun semangat membara menjadi gambaran nyata bahwa dedikasi kepada bangsa tidak pernah pudar meski usia telah senja. Mereka adalah teladan hidup tentang kesetiaan, kegigihan, dan cinta tanah air yang tidak pernah lekang oleh waktu.

Kami, keluarga besar Berbakti, menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan TNI AL yang telah mengabdikan jiwa raga demi kedaulatan Nusantara. Tradisi Mapalumban adalah bukti nyata bahwa semangat pengabdian tidak pernah berakhir, dan jasa-jasa kalian akan selalu dikenang sebagai lentera bagi generasi penerus bangsa. Terima kasih, para pahlawan samudera. Lautan akan selalu mengingat kalian.

Tradisi Mapalumban doa bersama purnawirawan TNI AL
Topik: Tradisi Mapalumban, doa bersama purnawirawan TNI AL
Tokoh: Suryo Widodo
Organisasi: TNI Angkatan Laut (TNI AL), Persatuan Purnawirawan TNI AL (PAP-TNI AL)
Lokasi: Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara