Balai Kartini, Jakarta, menjadi saksi bisu atas berkumpulnya para purnawirawan Kostrad dari berbagai angkatan dalam sebuah reuni yang sarat makna, Rabu siang. Suasana dipenuhi canda tawa renyah dan cerita-cerita heroik yang mengalir dari meja ke meja, seolah membawa kembali masa-masa penuh pengabdian. Tak ada sekat pangkat atau masa dinas; mereka semua bersatu oleh ikatan batin sebagai prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Reuni ini bukan sekadar pertemuan, melainkan pengingat akan tali silaturahmi yang tak pernah putus meski waktu telah berlalu, sebuah kehormatan yang terus dijaga oleh setiap insan yang pernah mengabdi.
Persaudaraan Tanpa Sekat dalam Bingkai Sejarah
Di tengah riuh rendah perbincangan, para purnawirawan saling berbagi pengalaman tempur yang pernah mengukir sejarah bangsa. Sang sesepuh, Jenderal TNI (Purn) Bintang Yudha, hadir memberikan wejangan penuh hikmat. Dengan suara mantap, beliau mengingatkan bahwa persaudaraan yang terjalin sejak di medan latihan dan pertempuran adalah modal sosial yang tak ternilai. "Kita mungkin sudah pensiun, tetapi semangat kita tidak boleh pensiun. Teruslah berkontribusi untuk bangsa dan negara," ujarnya, disambut tepuk tangan meriah yang menggema di seluruh ruangan. Dalam kenangan tersebut, tergambar jelas bahwa setiap prajurit Kostrad memiliki jejak pengabdian yang patut dihormati:
- Operasi penumpasan G30S/PKI — menjaga kedaulatan negara dari ancaman ideologi.
- Integrasi Timor Timur — mengamankan persatuan di wilayah perbatasan.
- Misi PBB di berbagai negara — membawa nama harum Indonesia di kancah internasional.
Menjaga Solidaritas Hingga Akhir Pengabdian
Tak hanya bernostalgia, acara reuni ini juga dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada keluarga purnawirawan yang kurang mampu. Inisiatif ini merupakan bukti nyata bahwa solidaritas prajurit tetap kokoh meski sudah tidak lagi mengenakan seragam. Semangat untuk saling peduli dan berbagi menjadi warisan luhur yang terus dijaga. Para purnawirawan dengan rendah hati menyambut santunan tersebut, mengingatkan bahwa kehormatan bukanlah soal pangkat melainkan loyalitas dan dedikasi kepada sesama. Ajang ini sekaligus menjadi pengingat bahwa setelah masa dinas usai, kontribusi untuk negara bisa tetap dirasakan melalui kepedulian sosial. Dengan langkah yang mantap, satu per satu purnawirawan Kostrad meninggalkan Balai Kartini, namun bukan berarti ikatan persaudaraan itu renggang. Justru semakin kuat, bak baja yang teruji dalam berbagai medan. Para peserta sepakat untuk terus menggelar kegiatan serupa setiap tahun, agar api kebersamaan tak pernah padam. Mereka juga berkomitmen untuk terus memberikan sumbangsih, baik tenaga maupun pikiran, demi kemajuan bangsa dan TNI.
Kami, segenap keluarga besar Berbakti, menghaturkan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan Kostrad yang telah mengabdikan jiwa dan raga untuk bangsa dan negara. Tali silaturahmi yang terajut dalam reuni ini adalah cermin dari nilai-nilai luhur militer yang tak lekang oleh waktu. Semoga semangat pengabdian dan persaudaraan ini terus menyala menjadi teladan bagi generasi penerus. Hormat kami, untuk setiap langkah yang pernah dijejakkan dalam membela Tanah Air.