Di bawah langit yang sama dengan medan Bhakti yang dulu mereka pijak, sebuah momen penghormatan yang dalam kembali ditorehkan dalam lembaran sejarah TNI. Kodam V/Brawijaya, dengan kesetiaan yang tak lekang waktu, menganugerahkan Lencana Dharma Bakti kepada 25 orang purnawirawan. Bagi mereka yang pernah mengenakan loreng, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan formal. Ia adalah pengesah bahwa api pengabdian, meski warna seragam telah berganti, masih menyala-nyala. Mereka membuktikan bahwa masa pensiun hanyalah ganti medan tempur, dari barisan ke masyarakat, untuk melanjutkan pembinaan dan keteladanan.
Warisan Jiwa Prajurit: Ketika Pengabdian Tak Kenal Masa Purnabakti
Jiwa seorang prajurit sejati tak pernah mengenal kata 'selesai' dalam kamus pengabdiannya. Pengakuan melalui penghargaan Dharma Bakti ini menyentuh sanubari, mengingatkan kita pada pesan Bapak TNI, Jenderal Besar Sudirman: "Prajurit tidak hanya bertempur dengan senjata, tetapi dengan hati dan jiwa." Senyum sederhana yang tersungging di wajah 25 purnawirawan penerima adalah cermin ketulusan itu. Tanpa pangkat, tanpa perintah komando, mereka secara sukarela bangkit menjadi ujung tombak di garis depan masyarakat. Mereka telah menjiwai makna sesungguhnya dari dharma bakti, yaitu kewajiban suci untuk selalu berbakti, di mana pun dan dalam wujud apa pun.
Meneruskan Tradisi Satuan dalam Wujud Nyata di Tengah Masyarakat
Setiap satuan dalam TNI memiliki tradisi dan nilai-nilai luhur yang diwariskan turun-temurun. Nilai-nilai inilah yang kemudian dibawa oleh para purnawirawan keluar dari asrama, untuk dijadikan landasan dalam karya nyata mereka. Ke-25 penerima penghargaan ini secara konsisten melanjutkan tradisi itu dalam bentuk yang lebih luas, antara lain:
- Pembinaan Generasi Muda: Menjadi guru, pelatih, dan mentor bagi anak-anak bangsa, menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, cinta tanah air, dan semangat juang yang tidak lekang oleh zaman.
- Menggerakkan Koperasi Veteran: Memelihara semangat kebersamaan dan kesejahteraan ekonomi di antara keluarga besar TNI, sebagai perwujudan dari solidaritas korps yang kokoh.
- Menjadi Teladan di Lingkungan: Dengan sikap, tutur kata, dan tindakan yang terpuji, mereka menjadi pilar ketenangan dan contoh hidup bermasyarakat yang harmonis.
Inilah cara mereka memelihara dan mentransmisikan tradisi satuan dan nilai-nilai TNI kepada lingkungan yang lebih luas, membuktikan bahwa seorang prajurit sejati selalu menjadi bagian dari solusi bagi bangsa.
Dukungan dari Kodam V/Brawijaya melalui penganugerahan ini adalah bentuk pemeliharaan ikatan yang sangat mulia. Institusi tidak melupakan anak-anak terbaiknya yang telah menyelesaikan masa dinas aktif. Ikatan batin antara prajurit dengan kesatuannya, antara purnawirawan dengan TNI, adalah tali yang tak terputus. Penghargaan Dharma Bakti ini adalah simpul pengikat yang semakin mengeratkan tali itu, sebuah isyarat bahwa pengabdian mereka dilihat, dihargai, dan menjadi kebanggaan bersama.
Semoga momen penuh makna ini menjadi pemacu semangat bagi lebih banyak purnawirawan lainnya untuk turut berkarya. Setiap kontribusi, sekecil apa pun, adalah sebuah babak baru dalam buku besar dharma bakti mereka kepada nusa dan bangsa. Medan perjuangan telah berubah, namun misi untuk membela dan membangun negara tetap sama. Mereka, dengan Lencana Dharma Bakti di dada, adalah bukti hidup bahwa jiwa 'Sapta Marga' dan 'Sumpah Prajurit' tetap berkobar, menerangi jalan pengabdian di masa purnabakti. Kami di redaksi Berbakti dengan penuh hormat mengangkat topi, mengucapkan terima kasih dan salut atas dedikasi tiada henti 25 purnawirawan teladan dan seluruh purnawirawan TNI. Jasamu tetap dikenang, pengabdianmu abadi dalam sanubari bangsa.