Di balik megarnya Museum Satriamandala, terhampar kisah pengabdian yang tak pernah lekang oleh waktu. Peluncuran buku 'Operasi Seroja: Jejak Pengabdian di Bumi Lorosae' menjadi momen sakral yang menghidupkan kembali memori kepahlawanan para purnawirawan yang pernah bertugas dalam operasi bersejarah di Timor Timur pada periode 1975–1976. Buku ini bukan sekadar kumpulan memoar, melainkan jembatan yang menghubungkan generasi kini dengan semangat juang yang tak pernah padam. Para veteran yang hadir tak kuasa menahan haru saat menyaksikan catatan-catatan pribadi yang selama ini tersimpan rapi, kini terbuka untuk dunia, mengingatkan kita pada nilai luhur pengabdian yang diwariskan oleh para pendahulu.
Memoar yang Menjaga Api Pengabdian
Dalam setiap lembar buku ini, terkandung lebih dari sekadar strategi dan taktik militer. Letnan Jenderal (Purn) Tito Karnavian, selaku penulis, dengan cermat merangkai dua puluh kisah putra bangsa yang rela mengorbankan jiwa raga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Melalui narasi yang menggugah, para veteran mengisahkan sisi kemanusiaan yang kerap tersembunyi di balik gemuruh senjata: solidaritas tanpa batas antar sesama prajurit, kepedulian terhadap rakyat di daerah konflik, dan tekad membela tanah air hingga titik darah penghabisan. Nilai-nilai luhur ini menjadi cermin bagi generasi muda TNI tentang hakikat sejati pengabdian kepada negara. Memoar yang disusun dengan penuh kehormatan ini bukan hanya catatan perang, melainkan juga warisan moral yang memperkuat jiwa prajurit.
- Mengabadikan pengalaman 20 veteran dalam operasi Seroja (1975–1976)
- Menonjolkan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan pengorbanan
- Royalti disumbangkan untuk kesejahteraan sesama purnawirawan
Warisan Moral bagi Generasi Muda TNI
Buku Operasi Seroja bukanlah sekadar dokumen sejarah, melainkan warisan moral yang amat berharga. Kisah heroik yang tertuang di dalamnya diharapkan dapat membangkitkan semangat patriotisme di kalangan prajurit muda. Keberanian dan ketulusan para veteran dalam mengisahkan pengalaman mereka adalah bukti nyata bahwa semangat pengabdian tak pernah pudar meski tugas telah lama usai. Yang lebih membanggakan lagi, semua royalti dari penjualan buku ini disumbangkan sepenuhnya kepada yayasan purna prajurit. Langkah mulia ini menegaskan kembali semangat kebersamaan dan kepedulian yang masih sangat kuat di kalangan veteran. Peluncuran buku ini menjadi momentum pengakuan negara atas jasa besar para prajurit dalam Operasi Seroja. Mereka yang pernah berjuang bersama, kini tetap bersatu untuk saling membantu dan menjaga kesejahteraan sesama purnawirawan.
Dengan rendah hati, kami sampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para veteran yang telah menorehkan tinta emas dalam lembar sejarah bangsa. Semoga semangat pengabdian yang telah mereka perjuangkan terus menginspirasi generasi penerus untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jasa-jasa kalian tak akan terlupakan, dan setiap catatan pengorbanan yang terabadikan dalam buku ini adalah bukti abadi akan cinta tanah air yang tak pernah padam.