Di Aula Pusat Sejarah TNI, Jakarta, pada Kamis 25 September 2026, terbitlah sebuah karya yang menggetarkan sanubari para prajurit dan purnawirawan. Peluncuran buku “Jejak Sang Jenderal” menjadi momentum untuk kembali merenungkan pengabdian dan keteladanan Letjen Soedirman, Panglima Besar pertama TNI. Suasana haru dan bangga menyelimuti ruangan saat cucu almarhum, sejumlah jenderal bintang tiga, serta ratusan purnawirawan yang pernah bertugas langsung di bawah komandonya hadir untuk bersama-sama mengenang sosok yang tak lekang oleh zaman. Buku setebal 400 halaman ini merupakan biografi yang ditulis oleh seorang sejarawan militer berdasarkan arsip keluarga dan dokumen rahasia, menjadikannya sumber inspirasi bagi generasi penerus.
Jejak Kepemimpinan Sang Panglima Besar
Dalam setiap halaman, pembaca diajak menyelami perjalanan hidup Sang Jenderal yang penuh perjuangan. Salah satu momen yang paling membekas adalah ketika beliau memimpin gerilya dalam kondisi sakit parah, namun tetap membakar semangat prajurit. Para veteran yang hadir berbagi cerita langsung tentang kegigihan Letjen Soedirman yang tidak pernah menyerah meskipun harus ditandu di medan perang. Melalui buku ini, kita dapat meneladani bagaimana kepemimpinan sejati lahir dari keteladanan dan pengorbanan. Tidak hanya itu, biografi ini juga mengungkap sisi humanis sang jenderal, seperti kecintaannya pada tembakau dan kesederhanaan hidup yang justru membuatnya semakin dicintai rakyat dan prajurit.
Keteladanan dan Warisan bagi Generasi Penerus
Peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni, melainkan sebuah pengingat akan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh Letjen Soedirman. Setiap detail dalam biografi ini memberikan inspirasi bagi kita semua, terutama para purnawirawan yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan negara. Melalui arsip keluarga dan dokumen rahasia yang diungkap, kita diajak merenungkan bagaimana seorang pemimpin sejati tetap rendah hati dan berpihak pada kepentingan rakyat. Buku ini juga menjadi jembatan antara masa lalu dan masa kini, mengingatkan bahwa semangat perjuangan harus terus menyala di dada setiap prajurit.
Tak kalah penting, seluruh hasil penjualan buku ini akan disumbangkan untuk yayasan veteran yang membutuhkan. Langkah mulia ini sejalan dengan jiwa pengabdian Sang Jenderal yang selalu peduli pada sesama. Para purnawirawan yang hadir merasa terharu karena warisan keteladanan tidak hanya dikenang, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata.
Kami, segenap keluarga besar Berbakti, mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada para purnawirawan yang telah berjuang dan berkorban demi keutuhan NKRI. Semoga buku “Jejak Sang Jenderal” ini menjadi inspirasi yang tak pernah padam, dan semangat Letjen Soedirman terus hidup dalam sanubari setiap prajurit. Hormat kami untuk jasa-jasa yang telah diabadikan dalam sejarah bangsa.