Bagi para purnawirawan TNI Angkatan Laut, nama Makassar bukan sekadar titik di peta Nusantara. Ia adalah panggilan jiwa yang membangkitkan kenangan akan pengabdian di tengah debur ombak dan semilir angin laut. Di Pelabuhan Rakyat Paotere, denyut pengabdian itu kembali terasa ketika Komando Daerah Angkatan Laut VI (Kodaeral VI) menggelar rangkaian bakti sosial dan bakti kesehatan dalam rangka HUT ke-81 TNI AL. Bagi para veteran yang pernah bertugas di wilayah ini, aroma laut Paotere adalah aroma pengabdian yang tak pernah pudar—sebuah warisan semangat 'Aku Cinta Laut' yang telah mengakar dalam jiwa prajurit Nusantara sejak zaman perjuangan.
Bakti Sosial dan Kesehatan: Wujud Nyata Semangat 'Aku Cinta Laut'
Sejak pagi, suasana kebersamaan sudah terasa di Pelabuhan Paotere Makassar. Dankodaeral VI, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, memimpin langsung jalannya kegiatan yang penuh makna ini. Ratusan personel turun tangan membersihkan pesisir pantai—pemandangan yang mengingatkan kita pada masa lalu ketika para pendahulu berdampingan erat dengan rakyat pesisir. Berbagai bentuk bakti sosial dan bakti kesehatan yang dilakukan Kodaeral VI di Makassar ini mencakup:
- Pemeriksaan umum dan perawatan gigi bagi masyarakat sekitar pelabuhan.
- Pembagian paket sembako kepada keluarga prasejahtera.
- Kerja bakti membersihkan kawasan pesisir Pelabuhan Paotere.
Kegiatan seperti ini sejatinya bukanlah hal yang baru. Sejak zaman perjuangan, prajurit laut selalu hadir di tengah masyarakat pesisir, menjaga keamanan, membantu kesulitan rakyat, dan menjadi bagian dari denyut kehidupan mereka. Suasana kebersamaan yang tercipta di Paotere adalah cermin ikatan emosional yang terjalin puluhan tahun antara prajurit laut Sulawesi dan rakyatnya. Fondasi saling percaya itu dirawat dari generasi ke generasi—dari para senior yang kini telah memasuki masa purnawirawan, hingga prajurit aktif yang meneruskan tongkat estafet.
Tradisi Pengabdian Abadi dan Semangat 'Aku Cinta Laut'
Kegiatan ini adalah refleksi dari semangat TNI AL yang selalu mengutamakan kepentingan rakyat. Setiap tindakan pelayanan adalah penghormatan terhadap tradisi panjang prajurit laut sebagai pelindung dan pengayom masyarakat pesisir. Nilai-nilai kelautan yang diwariskan tidak pernah pudar; ia hidup dalam setiap kerja bakti, dalam setiap senyum warga yang terbantu, dan dalam setiap doa yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa. Semangat 'Aku Cinta Laut' yang bergema dari Makassar membuktikan bahwa pengabdian kepada bangsa dan negara tidak mengenal masa pensiun.
Di penghujung tulisan ini, kita layak menyampaikan penghormatan setinggi-tingginya kepada para purnawirawan yang telah menorehkan tinta emas pengabdian. Dari Makassar, semangat 'Aku Cinta Laut' terus bergema, membuktikan bahwa nilai-nilai kelautan dan pengabdian kepada bangsa tetap hidup dan relevan dari masa ke masa—diwariskan dari generasi ke generasi. Semoga tradisi pengabdian yang telah dirintis para senior terus menjadi teladan bagi prajurit aktif dalam menjaga keutuhan dan kesejahteraan Nusantara.