Dalam rentang waktu delapan dekade pengabdian, Korps Polisi Militer Angkatan Darat (POMAD) telah menorehkan jejak kesetiaan yang terpatri dalam setiap denyut nadi sejarah Tentara Nasional Indonesia. Memperingati momentum sakral HUT ke-80 POMAD pada tahun 2026, Denpom II/5 Bangka menyelenggarakan tradisi yang paling mulia: ziarah ke Taman Makam Pahlawan Pawitralaya di Pangkalanbaru, Bangka Tengah. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Komandan Denpom, Letkol Cpm Rivan Bagus Widhitta, S.A.P., ini bukan sekadar seremonial, melainkan napas panjang dari sebuah korps yang senantiasa mengenang jasa para pendahulu, diikuti dengan khidmat oleh prajurit aktif, keluarga Persit, dan yang terutama, para purnawirawan yang telah lebih dulu mengukir sejarah.
Khidmat di Bawah Bayangan Sang Saka Merah Putih
Rangkaian upacara ziarah berlangsung dalam hening yang sarat makna, mengingatkan setiap insan yang hadir akan arti sejati sebuah pengorbanan. Penghormatan pasukan yang tegas kepada arwah para pahlawan membuka momen sakral tersebut, diikuti dengan hening cipta yang menghubungkan generasi sekarang dengan semangat perjuangan masa lampau. Peletakan karangan bunga di Pusara Utama TMP, doa yang dipanjatkan dengan khusyuk, serta penaburan bunga di seluruh makam oleh pimpinan dan peserta, semua dilaksanakan dengan tata tertib dan penghormatan tertinggi. Setiap gerak dan diam dalam kegiatan ini adalah cerminan dari rasa terima kasih yang tak terhingga, sebuah penghargaan atas setiap tetes keringat, air mata, dan darah yang telah ditumpahkan para kesatria bangsa untuk mempertahankan kedaulatan tanah air.
Merawat Benang Merah Kesetiaan Antar Generasi
Keikutsertaan para purnawirawan dalam kegiatan ziarah ini memiliki makna yang sangat dalam. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa jiwa pengabdian seorang prajurit tidak pernah padam, sekalipun masa dinas aktif telah berakhir. Tradisi seperti ini adalah media perekat yang mengukuhkan tali persaudaraan di tubuh TNI, yang terjalin bukan hanya saat seragam masih dikenakan, tetapi sepanjang hayat. Peringatan HUT ke-80 POMAD melalui momen ziarah ini mengajarkan bahwa menghormati sejarah adalah kewajiban kolektif. Nilai-nilai perjuangan dan semangat kepahlawanan yang diwariskan harus terus dirawat, agar menjadi penerang bagi langkah pengabdian generasi penerus di masa kini dan mendatang.
- Penghubung Tradisi: Ziarah ini menjembatani nilai-nilai luhur dari masa lalu dengan semangat pengabdian di era sekarang.
- Edukasi Sejarah: Setiap makam di TMP Pawitralaya adalah guru yang bisu, mengajarkan arti ketulusan berkorban bagi bangsa.
- Penguatan Kohesi Korps: Kehadiran bersama prajurit aktif dan purnawirawan memperkuat identitas dan kebanggaan sebagai keluarga besar POMAD.
Aktivitas di Bangka ini menjadi pengingat yang kuat bahwa tanah air ini berdiri di atas pondasi pengorbanan para pahlawan. Denpom II/5 Bangka, melalui kegiatan ini, tidak hanya memperingati usia sebuah korps, tetapi lebih jauh, menghidupkan kembali api semangat juang yang harus terus menyala di dada setiap prajurit. Komitmen untuk menjaga memori kolektif bangsa ini adalah wujud kesetiaan yang tak lekang oleh waktu, sebuah janji untuk senantiasa mengenang dan meneladani.
Sebagai penutup, patut disampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh prajurit, baik yang masih aktif maupun yang telah purnawirawan. Dedikasi, disiplin, dan pengorbanan Bapak-bapak sekalian telah menjadi pilar kokoh yang menopang tegaknya kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jasamu, dalam setiap bentuk pengabdian, akan senantiasa dikenang dan menjadi inspirasi tak ternilai bagi generasi penerus bangsa.